MENEMUKAN
KEMBALI MAKNA HARI KARTINI YANG HAKIKI
Mari luangkan waktu sejenak untuk
mendengarkan lantunan lagu Ibu Kita Kartini karya WR. Supratman. Salah satu
syairnya berbunyi : Ibu kita Kartini / pendekar bangsa / pendekar kaumnya
/ untuk merdeka.
Sejarah mencatat bahwa Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara
tanggal 21 April 1879. Sebagai apresiasi atas jasa-jasanya sebagai pelopor
kebangkitan perempuan, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden
Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan
Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir
Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar
yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Pemikiran-pemikiran Kartini seperti
dijelaskan dalam Wikipedia dituangkan dalam berbagai surat. Pada surat-surat
Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu,
terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya
berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang
sebagai penghambat kemajuan perempuan. Kartini ingin wanita memiliki kebebasan
menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti
tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas
dasar Religieusiteit, Wijsheid
en Schoonheid (yaitu
Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).
Surat-surat Kartini juga berisi
harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar,
Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia
menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa
bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang
tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.
Pandangan-pandangan kritis lain yang
diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia
mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa
diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan
lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk
berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga
kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas
nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan
pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah
penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.
Pemaknaan
Hari Kartini
Kartini dikenal dengan emansipasi wanitanya.
Dewasa ini banyak kalangan yang mendiskreditkan makna dari emansipasi. Banyak
wanita yang memiliki keinginan untuk mendapatkan perlakuan yang sama dengan
pria di dalam masyarakat . Hal ini tentu saja berkiblat kepada kehidupan barat
yang dimana wanita merasa dirinya harus mendapat perlakuan yang sama dengan
pria, serta dorongan dari pria disana yang menginginkan wanita untuk dapat
berbuat sama dengan pria. Pengertian yang salah terhadap kata emansipasi atau
penafsirannya yang berlebihan, akan mempengaruhi pola kehidupan masyarakat
karena terdapatnya banyak kerancuan didalamnya.
Pemikiran tentang emansipasi yang sangat berlebihan
dari wanita dalam masyarakat modern, justru akan merugikan wanita itu sendiri.
Disatu sisi wanita tersebut akan merasakan kebebasan semu yaitu terbebas dari
diskriminasi gender, tapi disisi lain itu akan membuat dirinya tejepit di dalam
kesendirian, terkurung dalam sangkar emas penafsiran salah emansipasi.
Banyaknya tejadi perceraian dan wanita karir yang tetap melajang sampai usia
yang tidak bisa lagi disebut muda adalah salah satu akibat dari penafsiran
salah itu.
Semoga hari Kartin tahun ini, bukan hanya
diperingati dengan mewajibkan para wanita untuk mengenakan pakaian adat jawa
(Kebaya) saja, tetapi juga lebih dimaknai dengan penghargaan terhadap wanita
dan pemahaman terhadap makna dari emansipasi itu sendiri. Selamat Hari kartini
untuk semua kartini yang ada di tanah air ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar